Intrinsik Novel (tanpa judul)

Posted in Tulisan... on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana

Tema : seorang lesbian yang memperjuangkan cintanya

Tokoh : 1. Diwa : pendiam, cuek, anggota osis, pemain futsal

2. Tasa : agresif, cantik, pemain basket, sombong

3. Asha : cewe yg cukup pintar, cantik, hobi taekwondo

4. Bpk Yoko : ayah Bulan, tempramen, tidak bekerja

5. Ibu Mala : ibu Bulan, sabar, penyayang, bekerja sebagai HRD di slaah satu swalayan di kediri

6. Tika : tinggi, manis, manja

7. Erna : cengeng, cantik, tidak terlalu tinggi, sayang sama Bulan

8. Bpk Atmo : ayah Tasa, pendiam tp sangat menyayangi keluarganya, bekerja di salah satu pusat security di semarang

9. Ibu Tatik : ibu Tasa, bekerja di salah satu rumah sakit di semarang

Alur : Campuran

latar tempat : sekolah, rumah Mawar, rumah Tasa, mall, stasiun

Latar waktu : pagi, siang, sore, malam

Suasana : menegangkan, mengharukan, menyedihkan, menyenangkan

Amanat : 1. yakini apa yang kamu lakukan, jangan dengarkan mereka

2. terkadang yg menyalahkan belum tentu benar

3. biarkan mereka berbicara, jalani hidupmu dgn keyakinanmu

4. perjuangkanlah impian dan keinginanmu

5. bangunlah ketika kamu benar2 jatuh, pegangan ada di mana-mana

6. teruslah melangkah ketika mereka mencoba menghentikanmu

7. kebahagiaan itu butuh pengorbanan

8. dll

Lesbian Laki-laki >> next

Posted in about LINEZ on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana
Review LesBian Laki-Laki Nov 7, ’06 11:57 PM
for everyone
Category: Books
Genre: Gay & Lesbian
Author: Deodjha

“…simpulkan sendiri apakah semua karena kamu tetap menjadi seorang lesbian atau bukan. Aku juga lesbian kan, tapi aku tidak bodoh. Menurutku itulah masalahnya, menjadi bodoh,” benar apa yang dikatakan Pandhu….
“Semua karena aku belum bekerja, … tidak seperti Mahazza yang perlente itu…,”
“Dia matrelialistis juga ya…,”
Aku adalah seorang penganut kesedihan , keputusasaan dan kesedihan dan ketiadaan. Kosong dalam kungkungan bejana menyesatkan.setia dalam bara tanpa arti dan takut meski ingin berteriak padamu, “berhenti mencampakkanmu, perempuan!” (h. 135).

Buku setebal 209 halaman ini mengisahkan tentang seorang perempuan (23 tahunan) yang memutuskan menjadi seorang buchie (lesbian laki-laki) bagi seorang pasangan femme (lesbian perempuan). Ini merupakan sebuah testimony yang disusun seperti sebuah novel yang bertutur sendiri atau sebuah monolog yang ingin disampaikan kepada pasangannya yang sudah meninggalkannnya, sebagai jalan terakhir mengungkapkan cintanya yang tak berkesudahan.

Sangkala Senja –tokoh utama dan dipanggil Senja saja-dalam buku ini, mengisahkan pengalaman pahitnya ketika masih kanak-kanak, ia bersama kakak perempuannnya sering mengalami kekerasan baik fisik ataupun mental yang dilakukan oleh ibu kandungnya sendiri. Semua terjadi lantaran ibunya tak mampu memenuhi kebutuhan fisik anak-anaknya akibat perceraian, ibunya seorang single parent yang tak mampu berkerja. Meskipun mereka adalah ningrat tapi mereka hidup miskin layaknya rakyat biasa. Tidak terlalu jelas Senja mengungkapkan silsilah keluarga, ini hanya pengantar saja pada latar belakang yang akhirnya ia harus diasuh oleh saudara yang lain. Akhirnya Senja pindah ke Jakarta bersama dengan ibu bapaknya yang baru dan keempat kakak laki-lakinya. Menurut pengakuannnya sebelum bertemu mereka, Senja sudah merasa diri suka dengan perempuan dan sedih sekali waktu ditinggalkan guru perempuannya semasa TK. Bersama dengan keluarganya yang baru ia tumbuh menjadi kanak-kanak yang tomboy dan disayang oleh keluarganya karena bagaimanapun ia anak perempuan satu-satunya.

Radarnya yang merasa diri sebagai lesbian semakin dirasakan ketika remaja dan ketika tinggal di Surabaya ia sudah mempunyai pasangan perempuan. Saat liburan Senja pun berani membawa pacarnya itu kerumahnya. Semua keluarga curiga (meskipun ia berusaha sebiasa mungkin) dan menanyakannnya dengan gagah berani dan gentelment sebagai buchi laki-laki ia mengakui orientasi seksualnya. Dan dirumahnya juga mereka bercinta secara liar sebagai pasangan lesbian. Senja menceritakan bagaimana sepasang lesbi muda bercinta tanpa risi apalagi ragu. Dari pacarnya yang pertama ini, Senja sudah terlihat sebagai Buchie yang setia, meskipun ia tahu pasangannya tidak setia, ia mencoba sabar, setia dan berharap pasangannya berubah. (Singkat cerita karena gesekan-gesekan antara Senja dan keluarganya yang makin keras, membuat Senja memutuskan kabur dari rumah.)

Pacarnya yang pertama ternyata adalah hipersek, ia bisa bercinta berkali-kali dalam sehari. Suatu hari Senja memergoki pasangannya sedang bercinta dengan buchi lain dan akhirnya ia ditinggalkan olehnya. Pacarnya pergi menjadi seorang perek bagi laki-laki hidung belang dikota lain, ternyata ia bisa juga bercinta dengan laki-laki atau lebih tepatnya ia adalah biseksual. Kemudian ia memiliki pasangan lagi yang hanya berlangsung sebentar saja, seorang perempuan cantik, baik dan mapan, Senja tetap setia menunggunya di kos –kosan mereka, tetapi akhirnya perempuan itu memutuskan bahwa ia tidak bisa melanjutkan hubungan. Rupanya pacar keduanya itu secara jujur mengakui bahwa ia bukanlah lesbian murni, hubungan kemarin hanyalah coba-coba saja, ingin mencoba bagaimana bercinta ala pasangan perempuan. Karena putus Senja bingung, harus berteduh dengan siapa, akhirnya ia memutuskan tinggal dulu dengan Pandhu, seorang buchi yang menjadi sahabat baiknya.

Dari Pandhu ia bisa bertemu dengan Ninggar, lesbian yang menjadi kekasih hatinya. Bersama Ninggar, Senja menemukan cinta sepasang lesbi yang ideal, bersama Ninggar ia menemukan hari-hari bahagia, bersama Ninggar ia dimanjakan, merasa sangat diperhatikan dan disayang, bersama Ninggar jugalah ia mengalami hubungan seks – mendapat pengalaman sek- yang menyenangkan sebagaimana yang ia bayangkan. Bersama Ninggar, ia hidup aman dan terawat, ga perlu memikirkan tempat tinggal, karena ia setia menunggu Ninggar pulang kerja dan siap merawat dirinya.Kebersamaan yang membuaikan itu kemudian lenyap ketika Senja sakit-sakitan, dan Ninggar mengirim Senja pulang ke rumahnya di Yogya. Dari sanalah hubungan mulai renggang dan pada akhirnya Ninggar meninggalkannnya dan kembali pada pasangan lamanya Mahazza.

Penderitaan yang sesungguhnya bermula dari sana –meskipun dari awal novel ini sudah sangat sengsara-bermula dari perginya Ninggar yang begitu dengan mudah melupakan Senja. Ternyata Senja terus saja sengsara, berharap, menanti, setia, jatuh bahun, bathin yang tercabik-cabik dan Senja tidak bisa berhenti memikirkan Ninggar. Sampai-sampai kawan-kawannnya lesbi lainnya prihatin, kasihan dan membodoh-bodohinnya karena kesetiaan Senja yang konyol.
Ya, Senja terbelenggu sendiri dalam bayangan cinta yang ideal ala lesbian, yang semestinya setia, yang semestinya tidak menyakiti, yang semestinya hubungan sek dilakukan dengan perasaan-perasaan lembut perempuan, yang semestinya-semestinya lainnya….[karena ia mendengar pasangan hetero atau laki-lakinya sering tidak setia] e e e ternyata banyak juga ya –setidaknya sepanjang pengalaman hidup Senja-femme yang selingkuh. Senja sendiri tetap setia dengan Ninggar, mencoba menjaga kesucian dengan tidak berhubungan sek dengan femme lain –meskipun banyak yang naksir Senja-yang pada akhirnya pertahanan kesetiaan ini jebol oleh seorang femme [yang cukup memikatnya secara fisik saja, tidak demikian hatinya, hatinya tetap untuk Ninggar] yang berlangsung hanya semalam saja, untuk melepaskan nafsu biologisnya yang tak terbendung. Dan satu lagi pengalaman sek yang menyedihkan, Senja merasa diperkosa oleh femme -berjilbab dan religius – yang membuat Senja sangat traumatic. Dan pertemuannya denga femme muda belia, yang mencoba menggantikan Ningga disisinya, tak berhasil meskipun femme ini, muda, cantik dan nekat.

Kesedihan terus berlangsung, seolah tak ada celah atau sinar cerah yang hadir (any way saya sendiri yang membacanya sangat capek!! Dari halaman satu sampai akhir isinya penderitaaaan cintanya yang seolah tak ada kehidupan lain.) apalagi ketika mendengar kabar bahwa Ninggar menikah dalam arti yang sebenar-benarnya. Menikah dengan laki-laki katanya bule lagi. Hancur, berkeping, terkoyak, tercabik, terjerumus, terpuruk, terjerembab dan tersunggkur dalam setia pada Ninggar.

Cinta seorang buchie =lesbian laki-laki yang gila, tidak logis, hitam kelam seperti lumpur lapindo. Bahasa yang lugas, tanpa tedeng aling-aling menguak kehidupan lesbian yang sekotak itu, dan yang berputar-putar disitu saja, kalau gonta ganti pasangan ya, diantara mereka-mereka juga. Komunitas kecil yang masih marginal ini, memiliki hukumnya sendiri, memiliki kebiasaanya sendiri, bebas memiliki hubungan seknya, dengan radarnya mereka bisa membaca seorang femme atau buchi kah perempuan yang dilihatnya itu? Dan satu lagi yang tak kalah penting, diantara mereka juga saling menyakiti, sama seperti dunia heteroseksual lainnya, ada selingkuh dan ada setia.
Setia sebagai femme?
Setia sebagai buchi?
Setia sebagai biseksual?
Kamu yang mana?

Kaum Lesbian Perjuangkan Keadilan Melalui Buku

Posted in about LINEZ on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana

Oleh: Husamah
(Ketua Forum Diskusi Ilmiah Unmuh Malang)

Beberapa hari yang lalu, seorang teman sempat bertanya kepada saya tentang mereka-mereka yang berbeda dengan kondisi lazimnya. Mungkin yang dia maksud adalah waria atau mungkin lesbian. Karena menurut saya pertanyaan tersebut menarik, maka perlu kiranya untuk diuraikan, meskipun hanya fokus pada lesbian saja.

Orientasi seksual lesbian yang tak lazim, berbeda dengan kebanyakan masyarakat menjadikan kelompok lesbian sebagai komunitas marginal. Banyak orang masih homophobia dan beranggapan bahwa lesbian merupakan penyakit atau kelainan. Lesbian, seperti halnya waria dan gay dipandang abnormal, sesuatu yang kotor bahkan khianat terhadap kodrat penciptaan Tuhan. Persepsi ini telah mengakar kuat dalam peradaban masyarakat.

Di zaman Orde Baru, kebanyakan dari mereka belum berani unjuk identitas di ruang publik. Komunitas lesbian di Indonesia sendiri berupa komunitas bawah tanah, belum banyak muncul literatur-literatur kajian studi tentang lesbian. Setelah terbuka lebarnya keran kebebasan pascareformasi, komunitas lesbian berani keluar dari apa yang disebut oleh para teorisi lesbian dan gay dengan “closet”. Mereka keluar dari dunia kepalsuan dan tertekan menuju posisi sosial yang diterima masyarakat. Komunitas lesbian menginginkan mereka dianggap setara dengan kaum heteroseksual.

Lesbianisme, seperti politik identitas lainnya memakai buku sebagai jalan untuk mendapatkan pengakuan tersebut. Mereka percaya bahwa kekuatan buku telah terbukti sejak awal abad lalu di mana politik identitas nasionalisme dinyatakan dengan buku dan efeknya luar biasa. Para pendiri republik menggunakan buku sebagai sarana yang ampuh dalam perjuangan.

Wacana dan gerakan lesbianisme berhadapan dengan bongkah kokoh konservatisme yang dinilai masih sangat diskriminatif terhadap mereka yang berbeda dan dianggap tidak normal. Jika diibaratkan sebagai batu kokoh, buku menjadi pahat yang cukup dahsyat untuk menghancurkannya.

Keyakinan yang besar inilah mungkin mendorong terbitnya buku “Lesbian Laki-Laki” karya aktivis muda kelahiran Yogyakarta, Deojha (Penerbit Pinus, 2006). Buku ini memberikan pesan dan harapan bahwa sudah saatnya masyarakat berfikir secara jernih, rasional, tidak kolot dan tidak sepihak. Lesbian merupakan pemberian (given), anugerah yang di berikan Tuhan kepada seseorang wanita.

Selalu ada rahasia di balik kehendak Tuhan. Begitulah kira-kira buku tersebut mengingatkan. Menerima kodrat terlahir sebagai perempuan adalah kewajiban setiap manusia. Namun bagaimana jika ternyata ada perasaan lain yang Tuhan titipkan dan ternyata itu bertentangan dengan realita semestinya? Menikmati keabnormalan itu bisa jadi pilihan terbaik yang harus dipilih. Perbedaan orientasi seks, kecenderungan untuk mencintai dan menyayangi sesama bukan hal aneh. Itu adalah keanekaragaman yang juga harus sama dihargai, bukannya penyakit yang harus disembuhkan.

Gambaran lesbian dalam anggapan penulis sangatlah jauh dari sosok yang disoroti oleh masyarakat, seperti hanya berorientasi seks atau suka berfoya-foya saja. Lesbian di sini tidak lain adalah seorang wanita yang memiliki rasa cinta suci bahkan mendambakan hidup bersama dengan pujaan hatinya, tentunya juga seorang wanita.

Sebenarnya masih banyak lagi buku yang tujuannya memperjuangkan dunia lesbian. Beberapa judul lain yang berhasil saya lacak adalah Mengenal Perbedaan Orientasi Seksual Remaja Putri (Poedjiati Tan), Memberi Suara Pada Yang Bisu (Dede Oetama), Sepasang Remaja Lesbian di Persimpangan Jalan (Ernest J. K. Wen), dan Garis Tepi Seorang Lesbian (Herlinatiens). Buku-buku inipun perlu kita pandang dengan bijak.

Sinopsis Buku “Lesbian Laki-Laki”

Posted in about LINEZ on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana

Ada yang udah pernah baca buku Lesbian Laki-laki?
Menurut gw ni buku mengungkap beberapa fakta yang baru gw tau..
Ternyata butchi bisa diperkosa perempuan juga :swt

Sinopsisnya :
Benih-benih cintanya muncul sejak usia lima tahun. Namun bukan cinta biasa. karena ia mencintai perempuan yang waktu itu menjadi guru di taman kanak-kanaknya.

Bahkan setelah lebih dari 20 tahun berlalu, hatinya akan tetap menyukai perempuan. Baginya, tidak akan ada laki-laki yang bisa mencintanya karena dirinya adalah wanita yang akan mencintai perempuan selamanya.

Lesbian atau apapun menyebutannya ia anggap sebagai anugrah dari Tuhan. Bahkan menurutnya bukanlah suatu dosa ketika ia harus mengikuti jiwa dan perasaannya untuk mencintai perempuan.

Namun, kisah jalan hidupnya berliku dan terjal. Keberadaan dirinya dalam keluarga sulit diterima apalagi mereka tergolong keluarga ningrat. Sempat pula dikeluarkan dari beberapa pekerjaannya karena diketahui seorang lesbian. Bahkan ia harus menerima suatu perbuatan pelecehan seksual dengan diperkosa di toilet umum oleh seorang perempuan yang suka menyelipkan pemikiran religi dalam setiap perbincangannya.

Sebagai seorang Butchie-wanita yang berposisi sebagai laki-laki dalam lesbian-, kisah cintanya pun mengalami pasang surut. Kejujuran dan ketulusan selalu ternoda oleh penghianatan kekasihnya dengan dalih masa depan dan ketakutan. Kesejatian cintanya selalu terhalang oleh ketidakberanian kekasihnya untuk menghadapi harapan hidup bersama selamanya.

Manfaat Teknologi Informasi dan Komunikasi

Posted in info Perguruan Tinggi & Fakultas on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana
1. Bidang Penerbangan
  • Mengatur jadwal penerbangan (flight scheduling).
  • Mengatur perubahan jadwal terbang secara mendadak (itinerary change).
  • Mengatur sistem penjualan tiket dan reservasi penerbangan (real time reservation).
  • Mengatur sistem komunikasi kepada pilot-pilot pesawat mengenai apa yang harus dilakukan (flight progress checks).
2. Bidang Perbankan
  • Mengatur pelayanan rekening kepada nasabah.
  • Menyediakan mesin teller otomatis atau anjungan tunai mandiri (ATM). Dengan perangkat ini, pihak bank dapat memberikan kemudahan kepada nasabah untuk melakukan transaksi walaupun pada saat libur.
3. Bidang Perdagangan
  • Menyediakan sistem jaringan yang terkoneksi melalui alat bantu scanner (pemindai).
  • Menyediakan alat bantu konsumen untuk melakukan pengecekan harga.
4. Bidang Perkantoran
  • Menyediakan mesin penjawab telepon secara otomatis.
  • Menyediakan alat pengolah kata dengan mesin komunikasi berupa teleks dan faksimile.
5. Rumah Masa Depan

Peranan TIK dalam rumah masa depan yang berdasar pada home automation adalah ketersediaan alat pemantau bahaya yang dapat memberitahukan pencurian, kebakaran, dan kebocoran gas. Alat ini berfungsi secara otomatis dan diperintah lewat saluran telepon.

Fakultas TIK at Universitas Semarang

Posted in info Perguruan Tinggi & Fakultas on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana

Fakultas Teknologi Informasi & Komunikasi

Program Studi

  • S-1  Sistem Informasi
    (SK Dirjen Dikti No. 1905/D/T/2008, terakreditasi No. 019/BAN-PT/AK-XII/S1/V/2009)
  • S-1 Teknik Informatika
    (SK Dirjen Dikti No. 1904/D/T/2008, terakreditasi B No. 008/BAN-PT/AK-XIII/S1/V/2009)
  • S-1 Ilmu Komunikasi
    (SK Dirjen Dikti No. 2887/D/T/K-VI/2009)

Sejarah

Berdiri berdasarkan SK Rektor No. 205/SK/USM.H/I/2006/ tanggal 15 November 2006.

Visi

  1. S-1 Sistem Informasi
    Pada tahun 2022 menjadi program studi yang unggul dan berkompeten dalam menghasilkan lulusan yang berkualitas dalam pengembangan IPTEK terutama bidang Sistem Informasi sesuai kebutuhan dunia usaha Tri Dharma Perguruan Tinggi.
  2. S-1 Teknik Informatika
    Menjadi program studi yang diterima sebagai panutan dalam pengembangan dan penerapan ilmu dan teknologi di Indonesia, terutama yang terkait dan ditunjang berbagai bentuk penerapan Teknologi Informasi.
  3. S-1 Ilmu Komunikasi
    Menjadi salah satu trend setter pendidikan dan pengembangan Ilmu Komunikasi secara nasional dan mampu berkembang secara internasional.

Misi

  1. S-1 Sistem Informasi
    Menyelenggarakan dan mengembangan pendidikan akademik sarjana S1 dengan menyiapkan SDM yang memiliki kompetensi dan kemahiran di bidang Sistem Informasi, berkepribadian yan tinggi, bertaqwa, mandiri, berjiwa kepemimpinan yang beretika profesional, peka terhadap masalah sosial dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat, mempunayi kemampuan dalam bidang penelitian serta kemampuan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S2) baik dalam negeri maupun di luar negeri dalam bidang Ilmu Komputer atau Teknologi Informasi.
  2. S-1 Teknik Informatika
    Memiliki integritas kepribadian yang tinggi, mandiri, berjiwa kepemimpinan yang beretika profesional. Menguasai prinsip, teknik, dan peralatan pengembangan teknologi informatika. Mampu berpikir dan bertindak ilmiah: menganalisa masalah, merancang bangun solusi, mengimplementasikan rancangan, mendokumentasikan seluruh proses dalam tulisan ilmiah. Mempunyai kemampuan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi dalam bidang IT/sains komputer dan mampu mengembangkan bidang IT.
  3. S-1 Ilmu Komunikasi
    Menyelenggarakan pendidikan akademik di bidang Ilmu Komunikasi, mengembangkan (penelitian) dan menerapkan/menyebarluaskan (pengabdian kepada masyarakat) Ilmu Komunikasi yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.

Sumber Daya Manusia

FTIK mempunyai 19 dosen tetap, sebagian besar berkualifikasi magister, sisanya sedang menempuh pendidikan S2 dan dibantu beberapa dosen tidak tetap dengan bergelar magister dan profesor.

Kompetensi

  1. S-1 Sistem Informasi
    Mampu melakukan rancang bangun sistem informasi berbasis komputer berikut perangkat lunak aplikasi sesuai disiplin ilmunya secara bertanggungjawab.
  2. S-1 Teknik Informatika
    Mampu melakukan rancang bangun dan rekayasa perangkat lunak pada umumnya dan rekayasa perangkat lunak untuk pengendalian perangkat keras pada khususnya sesuai displin ilmunya secara bertanggungjawab, menguasai konsep bahasa pemrograman terutama SQL, OOP, dan Web, dan menguasai riset teknologi informasi.
  3. S-1 Ilmu Komunikasi
    Menghasilkan lulusan Sarjana Komunikasi yang mampu berpikir kritis, analitik, kreatif, dan mampu memecahkan permasalahan di bidang komunikasi dengan berbagai dampaknya.

Fasilitas

Ruang kuliah yang dilengkapi LCD proyektor dan AC, Lab. Komputer Dasar, Menengah, dan Lanjut dilengkapi LCD proyektor, Lab. Sistem Digital, Jaringan dan Perakitan Komputer, Lab. Televisi dan Ruang Master Kontrol, Lab. Radio (sudah on-air), Lab. Media Cetak, Lab. Fotografi, Lab. Bahasa dengan peralatan multimedia, Perpustakaan, HotSpot area.

Kerjasama

Kandatel Semarang, Pemkot Semarang, Bappeda Kota Semarang, perusahaan yang bergerak di bidang IT, media cetak dan media elektronika di Semarang dan sekitarnya.

Alamat

Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi Universitas Semarang
Gedung M
Jl. Soekarno-Hatta Semarang 50196
Telepon (024) 6702757 psw 117
Fax. (024) 6702272

Kehidupan Kampus
In school, I could hear the leaves rustle and go on a journey.

Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi (FTIK) adalah fakultas di Universitas Semarang yang sedang berkembang pesat. Kami memiliki 3 Program Studi yang diyakini mampu memenuhi kebutuhan pasar dan masyarakat, yakni S1 Sistem Informasi, S1 Teknik Informatika, dan S1 Ilmu Komunikasi.

Suasana kampus yang nyaman, mudah dijangkau dengan berbagai moda transportasi, ditambah dengan dukungan fasilitas yang cukup lengkap guna mendukung kegiatan belajar mengajar dan pengembangan bakat bagi mahasiswa.

Kami yakin, bahwa gabungan sarana dan prasarana yang memadai, fasilitas lengkap, dosen yang berkompetensi, dan suasana belajar yang nyaman dapat membuat seluruh mahasiswa yang berada di lingkungan FTIK USM dapat belajar dan meningkatkan kualitas diri demi masa depan yang cemerlang.

Visi FTIK USM

Pada Tahun 2022 menjadi salah satu fakultas terdepan dalam pengembangan IPTekS dan berperan dalam membina kualitas sumber daya manusia,  untuk mendukung perkembangan masyarakat ilmiah, yang beradab, bermoral dan berwawasan lingkungan serta berusaha mewujudkan cita-cita the best communication information technology with morality.

Misi FTIK USM

  1. Menjadikan FTIK USM sebagai sumber daya dan atmosfer yang kompetitif untuk memacu keinginan belajar, berpikir analitis, kritis dan meneliti dalam bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendapatkan inovasi/keuntungan yang bermanfaat bagi kesejahteraan masyarakat.
  2. Menghasilkan sumber daya manusia  yang mampu menguasai, mengembangkan  dan menerapkan Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk perkembangan  masyarakat industri dengan pola pikir , sikap dan tindak tanduk sebagai  ilmuwan yang memiliki integritas dan moral yang baik.

Tujuan FTIK USM

Berdasarkan visi dan misi yang telah ditetapkan, melalui budaya akademik yang didukung dengan kinerja yang baik dan berlandaskan atas kebenaran, keadilan dan kemandirian, terbuka, kritis, kreatif, inovatif dan tanggap terhadap perubahan nasional maupun global, maka tujuan FTIK yang ingin dicapai dalam upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat adalah untuk menghasilkan  lulusan yang :

  1. Mempunyai sikap dan etika profesi yang tinggi berdasarkan ketakwaan terhadap Tuhan YME dan kecintaan terhadap tanah air.
  2. Memiliki integritas kepribadian yang tinggi, mandiri, berjiwa kepemimpinan yang beretika profesional.
  3. Mampu menerapkan pengetahuan dan keterampilan teknologi informasi dan komunikasi yang dimiliki sesuai dengan bidang kahliannya, dalam kegiatan produktif dan pelayanan kepada masyarakat.
  4. Menguasai dasar ilmiah, pengetahuan dan metodologi bidang teknologi informasi dan komunikasi, dan mampu menemukan, memahami, menjelaskan dan merumuskan cara penyelesaian masalah bidang keilmuan tersebut.
  5. Mampu berfikir, bersikap dan bertindak sebagai ilmuwan yang peka terhadap lingkungannya.
  6. Mampu mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi serta perkembangan bidang ilmunya.
  7. Mempunyai kemampuan untuk melanjutkan studi ke jenjang yang lebih tinggi (S2) baik di dalam negeri maupun di luar negeri dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi.

Peluang Karier

Lulusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi selain berwirausaha dapat pula berkarier pada perusahaan-perusahaan yang membutuhkan ahli Teknologi Informasi, antara lain :

  • Manajer Proyek Sistem Informasi / Perangkat Lunak
  • Analis Sistem
  • Software Engineer
  • Database Engineer
  • Network Specialist
  • Web Designer
  • Programmer
  • Staff EDP

Lulusan Ilmu Komunikasi dapat berkarier di :

  • Media Massa (TV, Radio, Cetak, dan Production House)
  • Public Relation di berbagai perusahaan dan instansi Pemerintah
  • Lembaga-lembaga komunikasi Pemerintah dan swasta

Universitas Multimedia Nusantara

Posted in info Perguruan Tinggi & Fakultas on Agustus 6, 2012 by Rr Andriana

Universitas Multimedia Nusantara adalah sebuah universitas yang berdiri pada tahun 2006 dengan kampus definitif yang berada di daerah Summarecon Serpong, Tangerang.

Universitas ini diresmikan pendiriannya pada tanggal 20 November 2006. Fokus pendidikannya adalah dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (ICT). Universitas ini didirikan oleh Kelompok Kompas Gramedia[1], sebuah kelompok usaha terkemuka yang bergerak di bidang media massa, penerbitan, percetakan, toko buku hotel dan jasa pendidikan. Sebagai pendiri, Kompas Gramedia mendukung UMN tidak saja dalam hal penyediaan sarana fisik tetapi juga tenaga pengajar dan sarana kerja magang bagi mahasiswanya.

Sejarah

Universitas Multimedia Nusantara didirikan atas prakarsa Dr. (HC) Jakob Oetama, perintis Kompas Gramedia. Prakarsa tersebut selanjutnya direalisasikan oleh jajaran pimpinan Kompas Gramedia, yaitu: Agung Adiprasetyo (CEO Kompas Gramedia), Teddy Surianto (Business Development), jajaran Board of Directors Kompas Gramedia dan panitia pendiri yang dipimpin oleh Dr. Ir. P.M. Winarno (Ketua) dan Ir. Budi Susanto, M.M. (Wakil Ketua). Selanjutnya pada tanggal 25 November 2005, ijin operasional Universitas Multimedia Nusantara diterbitkan oleh Menteri Pendidikan Nasional RI dan pada tanggal 20 November 2006, UMN secara resmi diluncurkan dalam sebuah acara di Hotel Santika, Jakarta dan diresmikan oleh Dr. Ir. Dodi Nandika Sekretaris Jenderal Kementerian Pendidikan Nasional. Rektor UMN dijabat oleh Prof. Yohanes Surya, Ph.D.(2006-2011), seorang fisikawan yang terkenal dengan kiprahnya membawa Tim Olimpiade Fisika Indonesia (TOFI) ke ajang Olimpiade Fisika Internasional.

Sebelum kampus definitifnya berdiri, UMN berkantor dan beroperasi di Gedung Wisma BNI 46, selanjutnya pada bulan Agustus 2008 pindah ke Plaza Summarecon Serpong. Pada tanggal 5 September 2008, dilakukan pemancangan tiang pancang di lokasi kampus definitifnya[2] dan mulai tahun akademik 2009/2010 UMN menempati kampus baru di lahan seluas 8 hektare yang terletak di kawasan Scientia Garden, Summarecon Serpong, Tangerang, Banten. Kampus UMN tahap pertama ini terdiri dari gedung perkuliahan (5 lantai) dan gedung rektorat (8 lantai), luas total gedung adalah 17.000 m2.

Pada tanggal 25 Maret 2011, Dr. Ninok Leksono menggantikan Prof. Yohanes Surya, Ph.D. sebagai Rektor Universitas Multimedia Nusantara. Dr. Ninok Leksono adalah wartawan senior Harian Kompas dan anggota Dewan Riset Nasional (DRN).

Pada tanggal 29 April 2011, Yayasan Multimedia Nusantara memulai pembangunan kampus tahap 2, berupa 5 menara bergaya ecofriendly.[3]. Setelah 5 tahun berdiri, tanggal 26 November 2011, UMN melaksanakan wisuda perdana yang diikuti oleh 75 orang wisudawan[4] [5]. Mereka terdiri atas 6 mahasiswa akuntansi, 16 orang dari desain komunikasi visual, 25 orang dari ilmu komunikasi, 3 orang dari sistem informatika, 5 orang dari sistem komputer, 17 orang dari teknik informatika, dan 3 orang dari manajemen.

Arti Logo UMN

  1. Bola dunia melambangkan:
    1. eksistensi UMN yang dicita-citakan, yakni UMN yang memiliki eksistensi sebagai universitas yang memiliki kredibilitas internasional;
    2. UMN adalah universitas global yang tidak berorientasi pada golongan, agama, ideologi, atau kelompok-kelompok tertentu;
    3. peserta didik UMN adalah semua generasi muda dunia, dari semua latar belakang apapun.
  2. Kotak-kotak putih melambangkan kemajuan teknologi komunikasi dan informasiyang mampu berperan dalam
    1. konvergensi berbagai bidang kehidupan di dunia yang kesemuanya saling terkoneksi;
    2. menyatukan keberagaman komunitas yang saling terhubung dengan komunikasi yang baik sehingga membentuk sebuah komunitas dunia yang harmonis.
  3. Kotak putih terbuka melambangkan bahwa UMN, setiap manusia, dan semua aspek kehidupan, idealnya memiliki keterbukaan untuk terus mengembangkan dan selalu melampaui dirinya menuju cita-cita yang tidak terbatas di luar sana. ICT harus bisa membantu untuk menghantarnya.
  4. Warna biru melambangkan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komunikasi (ICT)

 

Fakultas-Fakultas

Fakultas Komunikasi

  • Program Studi Ilmu Komunikasi (Multimedia Communication/Komunikasi Multimedia)

Program peminatan:

  1. Multimedia Journalism
  2. Multimedia Public Relations

Fakultas Seni dan Desain

Program peminatan:

  1. Graphic Design
  2. Animation
  3. Digital Cinematography

Fakultas Teknologi Informasi dan Komunikasi

Fakultas Ekonomi

  • Program Studi Manajemen (ICT Business Management)

Program peminatan:

  1. Manajemen Pemasaran (Marketing Management)
  2. Manajemen Keuangan (Finance Management)
  • Program Studi Akuntansi (ICT Based Accounting)

Program peminatan:

  1. Auditing
  2. Taxation
  3. Accounting Information System

Fasilitas Kampus

  • Perpustakaan
  • Dormitory
  • Laboratorium Grafis
  • Labotarium Komputer
  • Studio Fotografi
  • Studio TV
  • Studio Radio
  • Kantin
  • Lapangan Olah raga
  • Function Hall

Rektor

No Nama Masa Jabatan
1 Prof. Yohanes Surya, Ph.D 2006-2011
2 Ninok Leksono[6][7] 2011-sekarang